Minggu, 06 Mei 2012

3 Terapi Ampuh Yang Menyembuhkan


Apakah Anda sedang menderita suatu penyakit ?
Atau, apakah ada anggota keluarga Anda yang sedang mengalami sakit?
Maka, cobalah resep mujarab ini dan tuntunlah keluarga Anda yang sedang sakit tersebut untuk mulai mencoba terapi ini. InsyaAllah akan terasa khasiatnya. Berikut langkah-langkahnya:
  1. Berbaringlah dengan santai pada posisi terlentang. Cobalah lepaskan seluruh beban otot-otot tubuh dengan cara melemaskan seluruh anggota badan mulai dari mata, mulut, leher, pundak, lengan, jari-jari  tangan, punggung, pinggang, kaki dan jari-jari kaki. Lupakan semua beban pikiran, perasaan takut, khawatir dan gelisah. Ingatlah, Anda hanyalah seorang manusia biasa, lemah tak berdaya, hamba yang hina dan miskin. Ingatlah Allah yang Maha Besar, Maha kuasa, Maha Kaya, Maha Baik, Maha Penyayang. Konsentrasilah pada keadaan ini dengan pasrah.

Sabtu, 05 Mei 2012

Protozoa

Protozoa merupakan binatang yang paling sederhana. Pada umumnya memiliki ukuran kurang dari 1 ยต ( 1 micron =  0,001 mm ). Kadang-kadang ada juga yang berukuran 2  cm lebih, misalnya Golongan Foraminifera.
Berdasarkan  ukuran foraminifera, terbagi atas foraminifera kecil dan foraminifera besar. Akibatnya kita  harus mengadakan  metode analisa yang  berbeda untuk foram besar dan foram kecil. Pemakaiannya pun berbeda.
Bagian tubuh Protozoa :
Pada garis besarnya bagian tubuh Protozoa terdiri dari 2 bagian :
a.       Inti
b.      Protoplasma
Baik protoplasma  maupun inti mempunyai  bentuk yang labil. Protoplasma berfungsi sebagai :
o       Alat untuk bergerak yang disebut Pseudopodia (kaki semu), yaitu dengan jalan merubah bentuk protoplasma.
o       Sebagai alat  pencernaan makanan.
o       Sebagai alat menangkap mangsanya
o       Alat berkembang biak.
Perkembangbiakan :

Alam Kubur

Ada dialog yang cukup menggugah dan terjadi pada masa 'Amr Ibn Al-'Ash. Di siang hari, saat sedang istirahat, datanglah putra 'Amr Ibn Al-'Ash berkata kepadanya, "Wahai Ayahku, terangkanlah kepadaku tentang kematian. Sebab, engkaulah orang yang paling tepat bagiku untuk menerangkan masalah itu." 'Amru Ibn Al-'Ash merasa senang bercampur takut. Senang, karena anaknya mampu menjadikan dirinya bukan hanya sekedar ayah, tapi juga tempat bertanya dan berkeluh kesah.

Takut, karena pertanyaan yang diajukan anaknya adalah pertanyaan yang cukup berat untuk dijelaskan. Sebab, tak ada seorang pun yang berani mengilustrasikan beratnya kematian itu. Dengan santai dan penuh kehati-hatian, 'Amr Ibn Al-'Ash menjawab, "Wahai anakku, Demi Allah, sungguh kematian itu seperti gunung-gunung yang ada di dunia ini sedang diletakkan di dadaku dan aku bernapas seperti bernapas dari lubang jarum." Mendengar jawaban 'Amr Ibn Al-Ash, sepertinya kematian itu cukup berat sekali. Seakan-akan tak sebanding dengan kehidupan yang dijalani di dunia ini. Padahal, kehidupan dan kematian adalah pasangan yang ditakdirkan oleh Allah SWT. Namun, kematian yang dikatakan 'Amr Ibn Al-'Ash itu adalah kondisi umum yang akan terjadi pada manusia yang memiliki bekal kematian.