Kamis, 12 April 2012

Do'a dan Usaha


Seringkali kita tertimpa cobaan yang sangat sulit melepaskan diri darinya, maka tidak ada jalan keluar kecuali ‘berdo'a’ dan kembali kepada Allah. Namun sebelumnya dahulukan dengan taubat atas dosa-dosa yang telah kita perbuat. Karena ketergelinciran (ke dalam dosa) mengakibatkan siksa, jika ketergelinciran tersebut telah hilang dengan taubat atas dosa-dosa maka hilang pula sebab turunnya siksa dan cobaan itu. Jika kita sudah berdoa’ dan belum ada tanda-tanda do'a kita dikabulkan maka renungilah diri kita!
Mungkin taubat kita tidak benar, maka benahi dan benarkanlah taubat terlebih dahulu kemudian berdoa’lah lagi, dan (ingat) jangan sekali-kali bosan berdoa’. Boleh jadi, kemaslahatan terdapat dalam pengunduran pengabulan do'a, atau bahkan kemaslahatan terdapat di dalam ketidak pengabulan do'a, maka yakinlak bahwa kita tetap mendapatkan pahala dari do'a-do'a tersebut dan kita diberi apa yang bermanfaat untuk diri kita. Dan diantara manfaat tersebut adalah kita tidak diberi apa yang kita minta tetapi digantikan dengan yang lain.
Jika Iblis mendatangi lalu membisikkan; sudah berapa sering engkau berdoa’ tetapi engkau belum melihat hasil pengabulan do'amu? Maka katakanlah “Aku bertaa’bbud (beribadah) dengan berdo'a, dan aku yakin bahwa do'aku pasti dikabulkan”, hanya saja boleh jadi penta’khirannya mengandung beberapa maslahat, sehingga pengabulan doa’ itu akan datang pada saat yang tepat. Andaipun tidak dikabulkan, maka kita telah merealisasikan taa’bbud dan tadzallul. Maka janganlah meminta sesuatu kepada-Nya melainkan hendaknya disertakan dengan permintaan pilihan (mohon kepada Allah dipilihkan yang terbaik). Berapa banyak permintaan berupa dunia jika dikabulkan justru mendatangkan kehancuran bagi pemintanya.
Andai kita mengetahui, bahwa kita diperintahkan untuk bermusyawarah dalam menghadapi dan menyelesaikan urusan-urusan duniawi dengan para sahabat dan kerabat, maka mohonlah kebaikan kepada Allah Swt. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui tentang mana yang maslahat bagi diri kita. Dan istikharah merupakan musyawarah terbaik (dengan Allah).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar